Dugaan Kebocoran Informasi Sidak Penjual Obat Keras Daftar G Disorot, Evaluasi Pengawasan di Kalideres Dinilai Perlu

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Kebocoran Informasi Sidak Penjual Obat Keras Daftar G Disorot, Evaluasi Pengawasan di Kalideres Dinilai Perlu

 

JAKARTA, Sibernasional.com – Dugaan bocornya informasi sebelum pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah toko yang diduga menjual obat keras daftar G tanpa izin edar di wilayah hukum Polsek Kalideres, Jakarta Barat, menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat efektivitas penegakan hukum terhadap peredaran obat keras yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

 

Sorotan tersebut mencuat setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkapkan bahwa saat tim melakukan tindak lanjut di lapangan bersama jajaran Polsek Kalideres, salah satu lokasi yang menjadi target telah tutup. Lokasi tersebut di Jalan Gaga, Rawa Kompeni dan Jalan Kapuk Kamal, Rawa Melati, Kalideres, Jakarta Barat.

 

“Kami sudah menindaklanjuti keberadaan toko penjual obat tersebut. Hanya saja, satu dari tiga lokasi tersebut ketika kami datang sudah tutup. Kemungkinan bocor, Bang,” ujar perwakilan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kepada redaksi melalui pesan singkat WhatsApp, (20/7).

 

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya kebocoran informasi sebelum pelaksanaan sidak. Apabila benar terjadi, kondisi itu tentu menjadi perhatian serius karena berpotensi mengurangi efektivitas operasi penindakan terhadap dugaan peredaran obat keras daftar G tanpa legalitas resmi.

 

Peredaran obat keras daftar G secara ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi. Obat-obatan tersebut diketahui kerap disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, khususnya apabila diperjualbelikan secara bebas tanpa pengawasan tenaga kesehatan dan tanpa resep dokter.

Baca Juga:  Waka DPC AKPERSI Kabupaten Bogor dan Dua Anggota Diduga Dilecehkan Oknum Pelaksana Proyek Turap di Balaraja

 

Karena itu, evaluasi terhadap pola pengawasan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Kalideres dinilai penting untuk memastikan upaya pemberantasan peredaran obat keras ilegal berjalan optimal. Langkah evaluasi juga diperlukan guna menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

 

Masyarakat kini menunggu langkah konkret aparat kepolisian, mulai dari Polsek Kalideres, Polres Metro Jakarta Barat hingga Polda Metro Jaya, dalam mempersempit ruang gerak para pelaku yang diduga masih nekat memperjualbelikan obat keras daftar G tanpa izin edar.

 

Di sisi lain, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan bukti adanya pihak yang dengan sengaja membocorkan informasi operasi atau bahkan terbukti melindungi praktik peredaran obat keras ilegal, maka penindakan harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan hukum dan kode etik yang berlaku.

 

Pertanyaan publik pun mengemuka: mengapa praktik penjualan obat keras daftar G tanpa izin masih ditemukan di sejumlah titik, dan apakah terdapat pihak yang memperoleh keuntungan dari masih berlangsungnya aktivitas tersebut? Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui proses penyelidikan yang profesional, transparan, dan berbasis alat bukti.

 

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada Polsek Kalideres, Polres Metro Jakarta Barat, Polda Metro Jaya, maupun pihak lain yang disebut atau berkepentingan dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Setiap klarifikasi yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan
Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G
Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum
Tingkatkan Kompetensi Calon Paralegal, LBH PHIGMA Jakarta Selatan Sukses Gelar Bootcamp Batch II
18 Advokat FERADI WPI Resmi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bandung
Pompa Air dan Tabung Gas LPG Hilang, Pria di Lemahwungkuk Diamankan Polisi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:01 WIB

CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum

Berita Terbaru