Masyarakat Menanti Keberanian Polres Salatiga Bertindak, Korban dugaan Pengeroyokan

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Menanti Keberanian Polres Salatiga Bertindak, Korban dugaan Pengeroyokan

Salatiga, Sibernasional.com – Keberanian Polres Salatiga diuji dan disorot Publik, Korban Dugaan Percobaan Pembunuhan dan Dugaan Pengroyokan Alami Paru-Paru Bocor, luar bisanya kejadian 12 September 2026. Seminggu telah berlalu namun Polres Salatiga Belum Tahan Para Pelaku

 

SALATIGA – M. Sholeh Abdullah Ali R., anggota DPP FERADI WPI yang menjadi korban dugaan penganiayaan brutal menggunakan linggis di area parkir Toko Benang Raja, Kota Salatiga, pada 12 September 2026, saat ini dalam kondisi kritis.

 

Dokter menyatakan korban mengalami kebocoran paru-paru (pneumothorax) akibat hantaman benda tumpul dan masih belum sadarkan diri pasca operasi pengeluaran cairan di RSUD Salatiga, Jumat (18/9/2026).

 

Agus Polenk, Ketua Tim Advokasi dari FERADI WPI – Subur Jaya Lawfirm, menjelaskan bahwa rekaman CCTV menunjukkan pelaku membabi buta menghajar Sholeh dengan linggis besi yang diduga dibawa dari rumah. “Kondisi Sholeh sangat memprihatinkan, harus diselang tubuhnya akibat paru-paru yang bocor. Kami menduga ini adalah percobaan pembunuhan berencana,” ujar Agus Polenk saat ditemui media di RSUD Salatiga.

 

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap kinerja Polres Salatiga. Meskipun istri korban M. Sholeh Abdullah R. telah melaporkan kejadian tersebut dan tim kuasa hukum dari Subur Jaya Lawfirm – FERADI WPI telah menyerahkan bukti rekaman CCTV ke Polres Salatiga, hingga berita ini diturunkan para terduga pelaku belum juga ditangkap atau ditahan oleh Polres Salatiga.

 

Sebelum menjalani operasi, Sholeh sempat mengenali para pelaku. “Terduga pelaku adalah Yanto (alias Petak/Fujiyanto) dan anaknya. Saya mengenal mereka,” kata Sholeh dalam kondisi lemah.

 

Menyikapi lambatnya penindakan, Ketua Umum FERADI WPI, Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., menegaskan komitmen organisasi untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami berterima kasih kepada wartawan yang menjalankan fungsi sosial kontrol. Anggota kami yang tersebar di seluruh Indonesia siap mengawal penegakan hukum untuk memastikan keadilan bagi Sholeh,” tegas Donny.

 

Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI, Basriyanto, S.H., juga mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan menyatakan kesiapan ribuan anggota advokat, wartawan, dan paralegal di bawah naungan FERADI WPI dan KAWAN JARI untuk mendukung proses hukum.

 

Hingga saat ini, Polresta Salatiga belum merilis keterangan resmi terkait status penahanan para tersangka, sehingga pertanyaan mengenai efektivitas penegakan hukum dalam kasus kekerasan bersenjata tajam ini terus bergulir di masyarakat.

 

Catatan Redaksi: Sebagai media yang netral, kami membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Ketua PBH Dedy Rinaldy Feradi Wpi

Penulis : Rinaldy

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Rinaldy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan
Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G
Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum
Tingkatkan Kompetensi Calon Paralegal, LBH PHIGMA Jakarta Selatan Sukses Gelar Bootcamp Batch II
18 Advokat FERADI WPI Resmi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bandung
Pompa Air dan Tabung Gas LPG Hilang, Pria di Lemahwungkuk Diamankan Polisi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:01 WIB

CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum

Berita Terbaru