PKL Bawah Flyover Pasar Kiaracondong Dikeluhkan Warga, Menyebabkan Kemacetan di Jam Sibuk

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, AkpersiBantenNews.com – Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Kiaracondong kembali menjadi perhatian publik. Pada jam-jam ramai seperti pagi hari, terutama saat warga berangkat kerja dan pelajar menuju sekolah, area di bawah flyover terlihat penuh sesak oleh lapak pedagang, gerobak, hingga kerumunan pembeli.

 

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan hampir seluruh badan jalan terpakai untuk aktivitas jual beli. Akibatnya, ruang gerak kendaraan semakin terbatas dan arus lalu lintas melambat drastis. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang harus berbagi ruang dengan kendaraan dan pedagang.

 

Seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya mengaku kesal dengan situasi tersebut. “Motor dan mobil harus jalan pelan, kadang sampai berhenti karena penuh sekali. Jalan jadi bercampur antara kendaraan, pembeli, dan pedagang. Bahayalah, rawan kecelakaan,” ujarnya.

 

Minimnya penataan dan kurangnya pengawasan membuat kawasan ini tampak semakin semrawut. Hampir setiap sisi jalan dimanfaatkan PKL untuk menjajakan dagangan, sementara arus kendaraan yang padat membuat bottleneck panjang di titik tersebut.

 

Warga menilai jika situasi ini terus dibiarkan, kemacetan pada jam sibuk akan semakin sulit dihindari dan membebani aktivitas harian masyarakat. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah penataan yang terukur namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Baca Juga:  Peredaran Obat Keras Daftar G di Tangsel Diduga Berkedok COD, LBH Satria Minta APH Bertindak

 

Dua Pendekatan Pemerintah: Berkelanjutan dan Respons Cepat

 

Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan menegaskan bahwa penyelesaian persoalan PKL harus ditempuh melalui pendekatan dialogis, terencana, dan berkelanjutan. Farhan menolak opsi penggusuran dan lebih memilih penataan yang memberi ruang aman bagi para pedagang tanpa mengabaikan fungsi fasilitas umum.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersikap lebih cepat dengan turun langsung ke lapangan, memberikan kompensasi kepada PKL, sekaligus mengembalikan fungsi trotoar agar digunakan sesuai peruntukannya. Keduanya sepakat bahwa trotoar tidak boleh dijadikan lokasi berdagang.

 

Membuat Kesepakatan, Bukan Menggusur

 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya bahwa penanganan PKL tidak boleh dilakukan dengan cara represif. “Tidak mungkin saya melakukan penggusuran. Kunaon? Da urang mah kabeh ge dulur,” ujar Farhan.

 

Sebagai solusi, Pemkot Bandung menetapkan kesepakatan bersama para PKL terkait jam operasional. Para pedagang diizinkan berjualan mulai pukul 22.00 WIB hingga 07.00 WIB, dengan waktu tambahan hingga pukul 07.30 WIB untuk membersihkan area.

 

Perwakilan PKL menyambut baik keputusan tersebut. Mereka menyatakan kesepakatan jam operasional ini memberikan kepastian dan ruang aman untuk tetap berjualan tanpa berbenturan dengan aturan.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden Mulyana, C.BJ.

Sumber Berita: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Aktivitas CFN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke-81, Camat Tugumulyo Gelar Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi.
BPP Pulo Ie Gelar Demplot Padi Metode PM-AAS di Simpang Peut
Dinas Ketenagakerjaan Sumut Terima Audiensi SERABI, Perjuangkan Jaminan Sosial Driver Bajaj
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Aktivitas CFN

Berita Terbaru