Percepatan Tanam, Giliran Air untuk Guwa Lor Difokuskan Dua Hari Penuh
Kab Cirebon, Sibernasional.com – Upaya mempercepat masa tanam padi di wilayah Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, mendorong pengelola jaringan irigasi melakukan penyesuaian pola distribusi air.(15/09/2026)
Kesepakatan tersebut dihasilkan melalui musyawarah percepatan tanam yang digelar Selasa, 15 September 2026, di Saluran Sekunder (SS) Ujungpule. Pertemuan membahas pengaturan distribusi air untuk mendukung kebutuhan tanam petani di wilayah yang berada dalam Daerah Irigasi (DI) Rentang.
Musyawarah dihadiri Mantri Fariz Muslim, Mantri Agus, serta jajaran perwakilan pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari SS Ujungpule, SS Candangpinggan dan SS Ujunganom, Pengamat Wilayah I DI Rentang, Juru Induk Gegesik, Juru OP SDA SS Ujungpule, PPA saluran sekunder terkait, serta aparatur pemerintah desa.
Dua Hari Penuh Diprioritaskan untuk Guwa Lor
Salah satu keputusan utama musyawarah adalah mengatur gelontoran air pada Rabu dan Kamis untuk difokuskan sepenuhnya ke wilayah Desa Guwa Lor.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada pekan ini hingga masa tutup tanam yang diperkirakan berlangsung pada akhir September 2026.
Dengan pengaturan itu, ketersediaan air untuk areal persawahan Guwa Lor diharapkan lebih optimal sehingga petani dapat memanfaatkan momentum percepatan tanam secara maksimal.
Penyesuaian tersebut sekaligus mengubah sementara pola giliran air yang sebelumnya telah disepakati.Dalam pola sebelumnya, distribusi selama dua hari dibagi dengan ketentuan Rabu untuk wilayah Candangpinggan dan Jatianom, sedangkan Kamis untuk wilayah Guwa Lor.
Setelah masa tutup tanam Guwa Lor selesai, pola pembagian air tersebut akan kembali diberlakukan.
Sket Blok Ikut Disesuaikan
Selain mengubah jadwal gelontoran, musyawarah juga menyepakati penyusunan sket blok berdasarkan jadwal distribusi air yang baru.Penyesuaian sket blok diperlukan agar pengaturan teknis di lapangan dapat mengikuti pola pembagian air yang telah disepakati bersama.
Dokumen tersebut sekaligus menjadi pedoman bagi pengelola jaringan irigasi dan kelompok petani dalam mengatur aliran air sesuai kebutuhan percepatan tanam.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi ketidakteraturan distribusi air di lapangan sekaligus memastikan areal persawahan yang menjadi sasaran percepatan tanam memperoleh pasokan sesuai jadwal.
Kesepakatan Dituangkan dalam Berita Acara
Hasil musyawarah selanjutnya dituangkan dalam berita acara sebagai pedoman bersama bagi pengelola irigasi, P3A, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya.
Penyesuaian giliran air tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarpengguna jaringan irigasi, terutama ketika kebutuhan percepatan tanam menuntut perubahan pola distribusi yang telah berjalan.
Dengan dua hari penuh gelontoran air diprioritaskan untuk Guwa Lor, para pihak berharap proses tanam petani dapat berlangsung lebih cepat dan merata hingga memasuki masa tutup tanam pada akhir September 2026.
Keputusan tersebut juga diharapkan menjadi langkah teknis untuk mengoptimalkan pemanfaatan air irigasi di Rentang sekaligus mendukung kelancaran musim tanam petani di wilayah Guwa Lor.
(Turah/mangbetu)
Penulis : Turah
Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.
Sumber Berita: Turah












