Aparatur Setempat Tutup Mata, Warga Gang Rahmat Keluhkan Jalan Rusak Eks Proyek Air Bersih yang Tak Kunjung Diperbaiki

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparatur Setempat Tutup Mata, Warga Gang Rahmat Keluhkan Jalan Rusak Eks Proyek Air Bersih yang Tak Kunjung Diperbaiki

 

Medan, SiberNasional.com –  Warga Gang Rahmat diJalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, mendesak pertanggung jawaban pihak terkait  atas kondisi jalan di pemukiman gang mereka yang rusak dan berlobang Kerusakan ini dipicu oleh bekas galian program pemasangan pipa air bersih yang dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya pengaspalan atau perbaikan kembali ke kondisi semula.

Menurut keterangan warga, proyek fasilitas air tersebut telah selesai, namun menyisakan jalanan yang hancur, berlubang, dan berlumpur saat hujan datang Kondisi ini sangat mengganggu mobilitas harian masyarakat dan rawan menyebabkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor dan aktivitas warga yang melintas.

Ironisnya, tuntutan perbaikan yang diajukan oleh warga Gang Rahmat LK 2 sama sekali tidak mendapatkan tanggapan dari birokrasi setempat.

Baca Juga:  Seorang Penjual Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Diamankan Polsek Legok

Pihak Kelurahan Tanjung Gusta maupun Kecamatan Medan Helvetia kota Medan terkesan lepas tangan dan mengabaikan keluhan yang telah berulang kali disampaikan.”

melalui kepling LK 2Jalan kami hancur karena bekas kerukan proyek pipa air, tapi setelah selesai malah ditinggal begitu saja tanpa ditambal kembali. Kami sudah melapor ke kantor lurah, tapi tanggapannya nihil. Kami seperti dibiarkan hidup dengan fasilitas yang rusak,” cetus salah seorang warga setempat dengan nada kecewa.Warga Gang Rahmat menilai sikap abai dari Lurah Tanjung Gusta dan Camat Medan Helvetia telah mencederai komitmen pelayanan publik yang prima. Melalui media ini, warga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kota Medan dan instansi penyedia layanan air terkait untuk segera turun ke lapangan dan memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan warga.

Penulis : Rahmat

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Diduga Terbengkalai Setahun Lebih, Anggaran Rp134,5 Juta Disorot Inspektorat dan Ombudsman Diminta Bertindak
Mencium Ketidakwajaran Proyek Laptop Rp7,1 Miliar, Ketua DPD LSM KPK-RI Banten: Disdikbud Tangsel Didesak Buka-Bukaan
LSM KPK-RI Bongkar Dugaan Kejanggalan Pengadaan Disdikbud Tangsel, Kejati Banten Diminta Dalami Laporan
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Karyawan CV Global Jaya Desak Wali Kota Tangerang Perhatikan Nasib Pekerja
Dana Karhutla Rp1,6 Miliar Dicairkan Dinkes Kayong Utara: Pengadaan dan Operasional Disorot, Akuntabilitas Dipertanyakan
Temuan Dana BOK Kayong Utara Rp434.737.000 Disetor Ke Kasda — Publik Pertanyakan Status Hukum Perkara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Diduga Terbengkalai Setahun Lebih, Anggaran Rp134,5 Juta Disorot Inspektorat dan Ombudsman Diminta Bertindak

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Mencium Ketidakwajaran Proyek Laptop Rp7,1 Miliar, Ketua DPD LSM KPK-RI Banten: Disdikbud Tangsel Didesak Buka-Bukaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:00 WIB

LSM KPK-RI Bongkar Dugaan Kejanggalan Pengadaan Disdikbud Tangsel, Kejati Banten Diminta Dalami Laporan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar

Berita Terbaru