Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan

Indramayu, Sibernasional.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Tarilah atas meninggalnya
Ainun Al Munawar (16 th), anak ketiga dari tiga bersaudara, yang mengalami kecelakaan lalulintas pada hari Rabu 22 Oktober 2025 lalu.
Hingga kini, keluarga mengaku belum mendapatkan kejelasan tindak lanjut dan kepastian hukum atas peristiwa yang merenggut nyawa anak kesayangannya itu, Minggu (19/4/2026).

Ainun meninggal dunia di lokasi kejadian setelah diduga disenggol dan terjatuh saat di kejar oleh rombongan siswa dari sekolah lain, kemudian terbentur kendaraan lain.

Sebagai orang tua korban, Tarilah merasa sangat syok dan prihatin. Ia juga menyatakan tidak merasakan adanya keadilan dari pihak-pihak terkait atas penyebab meninggalnya anak yang ia sebut sebagai sosok berprestasi.

“Dari umur tiga tahun, Ainun sudah hobi bermain bulutangkis. Dari SD dan SMP, dia sudah beberapa kali menjuarai kejuaraan di setiap even, baik tingkat sekolah maupun lainnya. Bahkan dia digadang-gadang akan mewakili sekolah untuk bertanding di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” tutur ibu korban dengan nada terisak.

Kronologi Kecelakaan

Menurut keterangan keluarga, kecelakaan bermula ketika Ainun hendak pulang sekolah. Ia dikejar oleh rombongan dari sekolah lain yang berjumlah sekitar sebelas orang siswa dengan mengendarai sepeda motor roda dua.

“Ainun berusaha menghindar, tetapi tetap dikejar sampai akhirnya dia terjatuh yang diduga disenggol, lalu terkena benturan dengan kendaraan lain dan meninggal di lokasi,” demikian penuturan keluarga yang di terima tim media.

Baca Juga:  Polresta Cirebon Gerebek Pengedar di Arjawinangun, Sabu Disembunyikan di Kaleng Biskuit Ungu

Ketidakpuasan Terhadap Proses Hukum

Pihak Kasat Lantas Indramayu menyebutkan bahwa semua sudah melalui prosedur. Namun pernyataan tersebut menuai kejanggalan dari pihak keluarga. Tidak ada satupun dari sebelas orang siswa terlibat dijadikan tersangka.

Keluarga menilai keterangan yang disampaikan Kasat Lantas dan Penyidik Polres Indramayu sangat bertolak belakang dengan tuntutan kronologi kecelakaan.

Dari sumber yang diterima keluarga, salah satu dari kesebelas siswa tersebut merupakan anak dari orang tua yang pernah menjadi anggota DPR selama dua periode. Hal ini diduga menjadi penyebab kasus mandek dan tidak berkelanjutan atau “di peti es kan”.

Janji Bupati Tak Berwujud

Keluarga juga menyayangkan sikap Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang sempat berjanji akan membantu mengawal kasus ini sampai selesai. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai keluarga hanya isapan jempol belaka dengan berbagai alasan.

Tak hanya itu, Kuwu (Kepala Desa) setempat juga disebut keluarga tidak memiliki empati sedikit pun kepada pihak korban.

Tuntutan Keluarga

Pihak Keluarga korban menuntut Polres Indramayu dan jajarannya, terutama Kasat Lantas, untuk membuka kembali kasus ini dan mengadili pihak-pihak yang terlibat secara terang benderang.

Keluarga juga berharap kejadian serupa tidak menimpa Ainun Ainun lain dikemudian hari.

Hingga berita ini di turunkan, pihak dari Kasat Lantas dan Penyidik Polres Indramayu belum bisa di hubungi.
(Redaksi)

Penulis : Redaksi

Editor : Deden Mulyana, C.BJ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan
Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G
Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel
KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
Angkringan Garudasiber Menjadi Tempat Tongkrongan Generasi Muda
CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum
Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Diduga Terbengkalai Setahun Lebih, Anggaran Rp134,5 Juta Disorot Inspektorat dan Ombudsman Diminta Bertindak
Berita ini 389 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:17 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Berita Terbaru