Nyaris Ricuh: HMI OKU Timur Sampaikan Tuntutan Kepada Bupati No 4 Bikin Melongo

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, OKU Timur, AkpersiBantenNews.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten OKU Timur, Senin (19/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik dan penyampaian aspirasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten OKU Timur di berbagai sektor pelayanan publik.

Ketua HMI Cabang OKU Timur, Nur Fitria, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih serius meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme aparatur pemerintahan.

“Kami hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Pemerintah daerah harus melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial,” ujar Nur Fitria di sela-sela aksi.

Dalam pelaksanaannya, aksi sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. Hal itu dipicu oleh miskomunikasi terkait izin dan lokasi penyampaian aspirasi. Massa aksi bersikeras untuk memasuki halaman Kantor DPRD, namun mendapat penolakan dari petugas.

Salah seorang pejabat Kepolisian dari Polres OKU Timur menjelaskan bahwa pembatasan tersebut dilakukan karena pemberitahuan aksi dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemberitahuan kegiatan aksi seharusnya disampaikan paling lambat 3×24 jam sebelum pelaksanaan. Karena tidak memenuhi aturan tersebut, maka massa tidak diperkenankan memasuki area lapangan kantor DPRD,” jelasnya.

Perdebatan sempat terjadi antara massa aksi dan aparat keamanan. Namun situasi berhasil dikendalikan, dan aksi tetap berlangsung secara kondusif. Pada akhirnya, Bupati OKU Timur turun langsung menemui massa aksi dan mendengarkan tuntutan yang disampaikan oleh HMI Cabang OKU Timur.

Dalam aksi tersebut, HMI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur, di antaranya mendesak penyempurnaan kualitas kinerja aparatur pemerintah daerah dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Mereka juga menuntut evaluasi Mall Pelayanan Publik yang dinilai belum berjalan efektif.

Selain itu, HMI meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan proyek Gedung Sport Center (GSC) OKU Timur yang mangkrak dan tidak menjadikannya sebagai ladang korupsi. Mereka juga menuntut pembangunan perpustakaan daerah di wilayah Belitang serta peningkatan pendampingan terhadap siswa, menyusul adanya kasus siswa positif pengguna narkoba di salah satu sekolah di OKU Timur.

Di bidang kesehatan, HMI menyoroti profesionalitas pelayanan kesehatan yang dinilai belum sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mereka menyinggung adanya korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di depan salah satu puskesmas karena kantor dalam keadaan kosong saat jam kerja.

Tak hanya itu, HMI juga menyoroti maraknya klub malam di OKU Timur, meningkatnya kasus HIV yang bertambah 12 orang per Juni 2025, serta mendesak penyediaan tempat rehabilitasi bagi masyarakat yang dinyatakan positif pengguna narkoba.

Pada sektor sosial dan ekonomi, HMI menuntut pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap dugaan pungutan liar oleh oknum perangkat desa dalam penyaluran bantuan sosial, memastikan penyaluran BLT Dana Desa tepat sasaran, serta menghidupkan kembali peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

HMI juga meminta perhatian khusus bagi petani dan pembudidaya ikan yang terdampak banjir. Menurut mereka, sektor pertanian dan perikanan telah membawa nama baik OKU Timur di tingkat nasional dengan predikat swasembada pangan dan julukan Kampung Patin.

Aksi unjuk rasa tersebut ditutup dengan penyampaian komitmen dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh HMI Cabang OKU Timur sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Penulis : Akpersi DPD Banten

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Akpersi DPD Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru