Tanah Bumbu, SiberNasional.com — Baraya Sunda Tanah Bumbu menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ditemukannya seorang warga asal Sunda dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 18 Maret 2026. Hingga Senin, 23 Maret 2026, jenazah almarhum diketahui belum dimakamkan.
Berdasarkan penelusuran awal, waktu pasti wafatnya almarhum belum dapat dipastikan. Namun, diperkirakan almarhum telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
Menyikapi hal tersebut, jajaran pengurus Baraya Sunda Tanah Bumbu yang dipimpin Ketua Umum Muhamad Ismail, bersama Wakil Ketua H. Muktiawan, Bendahara Fikri Alfian, dan Ketua Pembina H. Hendarta, segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pengumpulan informasi.
Dari keterangan warga sekitar, diketahui bahwa almarhum telah hidup seorang diri selama kurang lebih lima tahun terakhir tanpa pendampingan keluarga. Selanjutnya, pengurus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Hasil komunikasi menyebutkan bahwa proses pemakaman akan segera dilaksanakan, mengingat hingga saat ini belum ada respons dari pihak keluarga almarhum.
Untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, pemakaman akan dikoordinasikan bersama Dinas Sosial Kabupaten Tanah Bumbu agar terlaksana secara layak dan sesuai prosedur yang berlaku.
Ketua Umum Baraya Sunda Tanah Bumbu, Muhamad Ismail, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Bapak Suryani. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses komunikasi dengan pihak keluarga menjadi kendala dalam proses penanganan, sehingga penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak berwenang.
Meskipun almarhum bukan anggota aktif, beliau tetap bagian dari keluarga besar Baraya Sunda. Kami berharap seluruh rangkaian pemulasaraan dan pemakaman dapat segera terlaksana dengan baik, serta memberikan penghormatan terakhir yang layak,” tegas Muhamad Ismail.
Penulis : Redaksi
Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.
Sumber Berita: Redaksi












