Di Balik Dering 110: Suka Duka Operator Saat Mengawal Arus Mudik Lebaran

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati, SiberNasional.com – Musim arus mudik Lebaran selalu menghadirkan dinamika yang tidak hanya dirasakan para pemudik di jalan, tetapi juga oleh petugas di balik layar. Salah satunya adalah operator Call Center 110 yang siaga 24 jam menerima laporan, keluhan, hingga permintaan bantuan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk malam takbiran dan padatnya arus mudik, setiap dering telepon menjadi panggilan tanggung jawab yang tak bisa diabaikan. 22 Maret 2026.

 

Sosok tersebut dijalani oleh Briptu Dony Ari Wibowo, Banit Operator 110 SPKT Polresta Pati. Meski baru lima bulan bertugas, ia telah merasakan langsung tekanan sekaligus makna mendalam dari pekerjaannya. Baginya, setiap panggilan yang masuk bukan sekadar laporan, melainkan harapan. “Yang terlintas di pikiran saya sederhana! mungkin di ujung telepon sana ada seseorang yang benar-benar butuh pertolongan. Jadi tidak ada waktu untuk ragu,” ungkapnya.

 

Di saat banyak orang berkumpul bersama keluarga, operator 110 justru tetap berjaga. Briptu Dony menyebut, itulah konsekuensi sekaligus panggilan hati. “Karena saya tahu, di saat orang lain bersama keluarganya, justru ada yang butuh bantuan. Kalau bukan kami, mereka harus menghubungi siapa,” ujarnya. Kerinduan terhadap keluarga pun menjadi hal yang tak terelakkan, namun dukungan keluarga menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan tugas.

 

Lonjakan panggilan selama arus mudik membuat tekanan kerja meningkat signifikan. Berbagai laporan masuk, mulai dari kecelakaan, kemacetan, hingga kondisi darurat lainnya. Tak jarang, operator harus menghadapi penelepon dalam kondisi panik bahkan menangis. “Dalam kondisi seperti itu, tugas kami bukan hanya menerima laporan, tapi juga menenangkan. Kadang cukup bilang ‘Ibu tenang, kami di sini bantu,’ dan itu sudah membuat mereka lebih kuat,” jelasnya.

 

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Briptu Dony adalah saat membantu seorang ibu yang kehilangan anaknya di tengah keramaian. Dengan koordinasi cepat bersama petugas di lapangan, anak tersebut akhirnya berhasil ditemukan. “Saat ibu itu menelepon kembali hanya untuk mengucapkan terima kasih, itu momen yang tidak akan saya lupakan,” tuturnya haru.

 

Pengalaman lain juga datang dari pemudik yang tersesat di jalur alternatif. Dengan arahan bertahap melalui sambungan telepon, operator berhasil membantu pemudik kembali ke jalur utama. Momen seperti itu menjadi kepuasan tersendiri.

 

“Ketika tahu bantuan kami berdampak langsung, rasanya semua lelah terbayar. Kami mungkin tidak terlihat di lapangan, tapi kami bagian dari pertolongan itu,” katanya.

Baca Juga:  Apel Pagi Dipimpin Langsung Dirlantas Polda Sumbar, Halal Bi Halal Pererat Kebersamaan dan Semangat Pelayanan

 

Meski penuh makna, pekerjaan ini tidak lepas dari tantangan berat. Tekanan tinggi, jam kerja panjang, serta keterbatasan dalam membantu hanya melalui komunikasi menjadi ujian tersendiri.

 

“Yang paling sulit saat mendengar orang dalam kondisi terdesak, tapi kami hanya bisa mendampingi lewat komunikasi sambil menunggu petugas tiba. Di situ mental kami benar-benar diuji,” ungkapnya. Namun menyerah bukan pilihan. “Setiap ingat ini menyangkut keselamatan orang lain, kami harus tetap berdiri,” tegasnya.

 

Di balik semua itu, ada juga momen-momen sederhana yang membekas.

Ucapan seperti “Kalau bukan karena 110, saya tidak tahu harus bagaimana,” menjadi energi baru bagi para operator. Bahkan, ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi momen paling mengharukan selama masa mudik.

 

“Hal sederhana, tapi di balik itu ada rasa lega dan bahagia yang tidak bisa diukur,” imbuhnya.

 

Menutup ceritanya, Briptu Dony menyampaikan harapan kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan 110 dengan bijak.

 

“Kami berharap layanan ini digunakan untuk kondisi darurat. Karena di setiap panggilan, bisa jadi ada keselamatan seseorang yang bergantung pada kecepatan respons kami,” ujarnya. Ia juga menggambarkan makna perannya dalam satu kalimat, “Menjadi suara pertama yang diharapkan, dan jembatan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan.”

 

Sementara itu, Kapolresta Pati melalui KA SPKT Polresta Pati Ipda Sismiyarto menegaskan bahwa operator 110 merupakan ujung tombak pelayanan cepat kepolisian.

 

“Mereka harus mampu menerima, memilah, dan meneruskan informasi secara akurat dalam waktu singkat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan mental, komunikasi yang baik, serta sikap humanis menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan laporan selama arus mudik.

 

Lebih lanjut, pihaknya terus menekankan pentingnya profesionalisme dan empati dalam pelayanan.

 

“Kami tekankan kepada anggota untuk tetap sabar, humanis, dan profesional. Operator 110 ini bukan hanya penerima laporan, tetapi juga penenang bagi masyarakat yang sedang dalam situasi sulit,” jelasnya.

 

Melalui dedikasi para operator Call Center 110, pengamanan dan pelayanan selama arus mudik Lebaran dapat berjalan lebih optimal. Mereka mungkin tak terlihat di lapangan, namun selalu hadir di setiap panggilan darurat—mendengar, peduli, dan menjadi penghubung pertama menuju pertolongan.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Cilegon Turun Langsung Tinjau Korban Kebakaran KMP Batu Mandi di Dermaga 6 Eksekutif Merak
Bawa Linggis dan Obeng, Terduga Pelaku Pencurian Rumah Kosong Diamankan Polres Jakbar
Gudang di Kopo Diduga Jadi Pabrik Obat Keras Ilegal, Polisi Telusuri Jaringan Distribusi
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Laksanakan Gatur Pagi, Pastikan Keselamatan Pelajar
Kapolda Banten Melayat ke Rumah Duka Almarhum KH Ariman Anwar, Sampaikan Belasungkawa dan Doa
200 Personel Gabungan Amankan Pertandingan Sepak Bola di Banten International Stadium
POLSEK WANEA BERSAMA PERSONEL KEPOLISIAN POLDA SULUT LAKUKAN PENGAWASAN DAN PENGAMANAN SPBU 74.955.05 DI JALAN SAMRATULANGI.KOTA MANADO
Kenalkan Sekolah Kemala Taruna Bhayangkara, Polres Cirebon Kota Sambangi SMP Al Falah
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Bawa Linggis dan Obeng, Terduga Pelaku Pencurian Rumah Kosong Diamankan Polres Jakbar

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Gudang di Kopo Diduga Jadi Pabrik Obat Keras Ilegal, Polisi Telusuri Jaringan Distribusi

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Laksanakan Gatur Pagi, Pastikan Keselamatan Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Kapolda Banten Melayat ke Rumah Duka Almarhum KH Ariman Anwar, Sampaikan Belasungkawa dan Doa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:44 WIB

200 Personel Gabungan Amankan Pertandingan Sepak Bola di Banten International Stadium

Berita Terbaru