Anak Sekolah dan Pasien Jadi Korban Jalan Rusak di Kampung Lasem

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, Banten, Akpersibantennews.com — Jalan utama Kampung Lasem beserta jembatan penghubung yang menjadi urat nadi mobilitas warga Kampung Lasem dan Kampung Cimandahan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, hingga kini masih dalam kondisi rusak parah dan nyaris tak tersentuh perbaikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan jalan tanah berlumpur, licin, dan jembatan dengan kondisi memprihatinkan menjadi satu-satunya akses warga menuju pasar, fasilitas kesehatan, sekolah, serta pusat pemerintahan Kecamatan Sobang. Saat hujan turun, jalur tersebut nyaris tidak dapat dilalui kendaraan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi perencanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya pada akses yang menyangkut kepentingan publik lintas kampung.

Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPD Banten, Yudianto, C.BJ., C.IJ, menilai persoalan ini sebagai bentuk pembiaran yang berdampak langsung pada hak dasar masyarakat.

“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi soal keselamatan dan hak warga negara. Ketika akses menuju puskesmas, sekolah, dan kantor pemerintahan rusak dan dibiarkan, maka negara hadir setengah-setengah,” tegas Yudianto.

Baca Juga:  Mafia Solar Subsidi Dilaporkan Ke Polres Demak, Yongli Intervensi Wartawan

Ia menambahkan, jalan tersebut memiliki peran strategis karena menopang aktivitas ekonomi warga, terutama sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung masyarakat setempat.

“Mayoritas warga adalah petani. Hasil pertanian mereka sulit dipasarkan karena kendaraan tidak bisa masuk. Padahal pemerintah pusat mendorong ketahanan pangan dari desa. Tanpa infrastruktur, program itu hanya jargon,” ujarnya.

Warga setempat mengaku telah bertahun-tahun hidup dengan kondisi tersebut. Mereka kerap menghadapi situasi darurat ketika harus membawa warga sakit ke fasilitas kesehatan.

“Kalau hujan, motor sering jatuh. Mobil tidak berani masuk. Pernah ada warga sakit harus ditandu. Anak-anak sekolah juga sering terhambat,” ungkap salah seorang warga Kampung Lasem.

AKPERSI DPD Banten mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Kecamatan Sobang, serta Dinas PUPR agar tidak hanya melakukan pendataan, tetapi segera merealisasikan perbaikan permanen.

“Jika akses utama dua kampung saja diabaikan, bagaimana mungkin pembangunan desa dan ketahanan pangan bisa berjalan berkelanjutan,” pungkas Yudianto.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden Mulyana, C.CB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta
Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Laksanakan Gatur Pagi, Pastikan Keselamatan Pelajar
Mencium Ketidakwajaran Proyek Laptop Rp7,1 Miliar, Ketua DPD LSM KPK-RI Banten: Disdikbud Tangsel Didesak Buka-Bukaan
LSM KPK-RI Bongkar Dugaan Kejanggalan Pengadaan Disdikbud Tangsel, Kejati Banten Diminta Dalami Laporan
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Laksanakan Gatur Pagi, Pastikan Keselamatan Pelajar

Berita Terbaru