Terjebak di Antara Dua Alamat, Perjuangan Balita Mendapatkan Hak Gizi

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, AkpersiBantenNews.com — Balita bernama Muhamad Aditya, lahir 16 Oktober 2024, kembali terbaring lemah di ruang perawatan rumah sakit untuk kedua kalinya. Tubuhnya kecil, kurus, dan tampak lemah saat digendong ibunya, Suadah, yang terus memeluknya erat sambil menahan tangis.

 

Keluarga kecil ini tinggal di Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya, namun seluruh berkas kependudukan mereka masih tercatat di Kp Cayur, Desa Sindangsono, Kecamatan Sindang Jaya. Akibat perbedaan domisili itu, Aditya tidak bisa dimasukkan ke daftar penerima Program Makanan Tambahan (PMT) dan intervensi gizi dari Pemerintah Desa Kaliasin.

 

“Ini sudah kedua kalinya Aditya dirawat. Badannya cepat drop, kata dokter gizinya kurang. Tapi bantuan dari desa sini nggak bisa masuk karena domisili masih Sindang Jaya,” ujar Suadah dengan suara bergetar.

 

Ayah Aditya, Muhamad Saep, bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. Sebagian besar pendapatan habis untuk kebutuhan dasar, sehingga pemenuhan gizi seimbang bagi Aditya kerap tidak terpenuhi.

 

Dalam Kartu Keluarga yang diterbitkan 23 April 2025, keluarga ini masih tercatat sebagai warga Sindang Jaya. Status domisili itu menjadi penghalang utama bagi akses bantuan, meski secara faktual mereka telah menetap di Kaliasin.

 

Ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Camat Sindang Jaya menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Baca Juga:  Peredaran Rokok Diduga Berpita Cukai Palsu Marak di Berau, Publik Minta Penindakan Tegas

“Kami akan koordinasikan dengan Puskesmas Sindang Jaya untuk berkoordinasi juga dengan Puskesmas Sukamulya agar segera ditangani,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kasus serupa tidak boleh menghambat penanganan stunting, terutama ketika kondisi anak sudah darurat dan membutuhkan intervensi cepat.

 

Untuk memastikan koordinasi tersebut berjalan, tim media kemudian menghubungi Puskesmas Sukamulya. Pihak puskesmas langsung merespons dan menyatakan telah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan Bu Lurah, dan akan memantau perkembangan balita tersebut,” ujar Ibu Eko, Kepala Puskesmas Sukamulya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Kunjungan Puskesmas Sukamulya bersama Pihak Desa Kalisin

Sebagai tindak lanjut, pihak Puskesmas Sukamulya yang didampingi Ibu Lurah Kaliasin beserta kader kesehatan juga telah melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit tempat Aditya dirawat. Mereka memastikan kondisi balita tersebut serta memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses perawatan.

 

Pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada pihak puskesmas, Bu Lurah, dan para kader yang sudah datang dan peduli dengan keadaan anak kami,” ujar Suadah.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kontrol publik, AKPERSI DPD Banten akan terus memantau perkembangan kasus ini dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan hak balita tersebut atas layanan kesehatan dan gizi dapat terpenuhi.

Penulis : Solihin

Editor : Deden Mulyana, C.BJ.

Sumber Berita: Solihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru