Geppar Desak Pemprov Riau, Kapolda, Pangdam Bentuk Tim Satgas Khusus Sinergitas, Dalam Tindak Mafia BBM di Riau 

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geppar Desak Pemprov Riau, Kapolda, Pangdam Bentuk Tim Satgas Khusus Sinergitas, Dalam Tindak Mafia BBM di Riau 

 

 

PEKANBARU, Sibernasional.com — Gerakan Pendukung Presiden dan Aspirasi Rakyat (GEPPAR) mendesak Pemerintah Provinsi Riau, Kepolisian Daerah (Polda) Riau, serta Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai untuk segera membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Khusus Bersama. Langkah sinergi lintas sektoral ini dinilai sebagai solusi mutlak guna memberantas praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang kian marak dan menyengsarakan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

 

 

Ketua Penggerak GEPPAR, Aditya D Tanjung, CIJ, CPW, CPFI, menegaskan bahwa antrean panjang yang mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau merupakan indikasi nyata penyelewengan distribusi yang dikendalikan oleh mafia energi. Disparitas harga yang tinggi antara BBM subsidi dan non-subsidi sengaja dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan pribadi.

 

 

 

“Kami meminta Pj Gubernur Riau, Kapolda Riau, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai untuk tidak saling menunggu. Sudah seharusnya ketiga pilar tertinggi ini duduk bersama, menyatukan kekuatan, dan membentuk Tim Satgas Khusus Sinergitas Anti-Mafia BBM Subsidi. Masalah ini tidak akan selesai jika institusi bergerak sendiri-sendiri; butuh operasi gabungan terpadu yang tegas di lapangan,” ujar Aditya melalui keterangan pers tertulis, Jumat (25/9/2026).

 

 

 

 

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan GEPPAR secara berkala, kelangkaan solar bersubsidi di berbagai SPBU terus terjadi dan tak kunjung teratasi. Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak utama di Indonesia. “Ada apa?” cetus Aditya.

Baca Juga:  Nekat Operasikan Hiburan Malam di Pasar Yaik Pati, Disdagperin Janji Koordinasi Tegas dengan Satpol PP

 

 

 

GEPPAR menilai kelangkaan BBM jenis solar dan biosolar akhir-akhir ini telah berada pada fase mengkhawatirkan. Selain mengganggu urat nadi perekonomian, situasi ini memicu kemacetan parah di jalur lintas provinsi akibat antrean kendaraan angkutan barang dan bus. Fenomena tersebut dinilai sangat mencederai rasa keadilan publik.

 

 

 

Sikap tegas GEPPAR ini juga selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memerintahkan pemberantasan mafia energi hingga ke akar-akarnya demi menyelamatkan hak masyarakat kecil.

 

 

 

 

“Mafia ini bergerak rapi, mulai dari modus pelangsiran, penimbunan, hingga penyaluran ilegal ke sektor industri. Tim Satgas Khusus yang dibentuk nantinya tidak boleh hanya menangkap operator atau sopir truk di lapangan, tetapi harus berani mengejar, menyegel SPBU nakal, dan menyeret aktor intelektual atau cukong besar di balik sindikat ini ke pengadilan,” tegas Aditya.

 

 

 

Lebih lanjut, GEPPAR mendorong agar unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan, hingga pihak Pertamina dilibatkan secara penuh dalam pengawasan dan penindakan hukum pada satgas terpadu tersebut. GEPPAR memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan siap melaporkan hambatan di daerah langsung ke tingkat pusat apabila penanganan mafia BBM di Riau masih berjalan lamban.

 

Team Investigasi Dedy Rinaldy

Penulis : Rinaldy

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Rinaldy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta
Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan
Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G
Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
CPMI Babadan Keluhkan Dokumen Belum Kembali dan Biaya Administrasi, LBH Siapkan Langkah Hukum
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Cari Kepastian Hukum, Ayah Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Cirebon Turun Tangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Seorang Pemuda Diamankan Polsek Pagedangan Terkait Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Kepala SPPG Lecekan Karyawati Di Ruangan lstrahat Elus Punggung Hingga Sering Ajak Nginap di Hotel Kini Dilaporkan ke Polda Sumsel

Berita Terbaru