Bupati Nagan Raya Pimpin Apel Kesiapan Karhutla, Tekankan Pencegahan sebagai Gerakan Bersama

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Nagan Raya Pimpin Apel Kesiapan Karhutla, Tekankan Pencegahan sebagai Gerakan Bersama

 

 

Suka Makmue, Sibernasional.com – Berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Nagan Raya periode 2024–2029, wilayah ini tercatat memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana, termasuk banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, tanah longsor, serta gempa bumi.

 

Merespons potensi tersebut, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah preventif terpadu dari seluruh elemen masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa TRK ini saat memimpin Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Makodim 0116/Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (2/9/2026).

 

Apel ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, personel TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, serta para pimpinan dan perwakilan perusahaan di wilayah Nagan Raya.

 

Dalam amanatnya, Bupati TRK mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026, telah terjadi sejumlah insiden karhutla di wilayah Darul Makmur dan Tripa Makmur yang berhasil ditangani oleh tim gabungan.

 

“Sejumlah kejadian terjadi di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan waktu yang tidak singkat,” ungkapnya.

 

Bupati TRK mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, karhutla juga mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kehidupan sosial.

 

“Disadari ataupun tidak, bencana telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada satu daerah pun yang dapat menjamin terbebas dari bencana, baik bencana alam, nonalam, maupun sosial,” sebutnya.

 

Mengingat tingginya potensi risiko tersebut, Bupati menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah membangun kesadaran, kesiapsiagaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam manajemen bencana secara menyeluruh.

 

“Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama. Kita perlu memperkuat kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pengawasan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi antarinstansi dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, TRK memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta para pelaku usaha dan pengelola lahan untuk bertanggung jawab menjaga wilayah konsesi masing-masing.

 

“Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat dan hidupkan kembali semangat gotong royong. Apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas,” tegas Bupati.

 

Menutup sambutannya, Bupati TRK kembali mengingatkan bahwa penanggulangan karhutla bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan kewajiban kolektif seluruh pihak.

 

“Mari kita jadikan pencegahan karhutla sebagai gerakan bersama untuk menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat. Jangan menunggu bencana terjadi. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” pungkasnya.

 

Usai pelaksanaan apel, Bupati TRK beserta jajaran Forkopimda melakukan pengecekan pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana guna memastikan ketersediaan dan kesiapan operasional seluruh peralatan mitigasi bencana di Kabupaten Nagan Raya.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta
Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Aktivitas CFN
HUT ke-81 TNI di Cirebon, Kapolresta Imara Utama Tegaskan Soliditas TNI-Polri
Peringati Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke-81, Camat Tugumulyo Gelar Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi.
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar

Berita Terbaru