Grobogan, Sibernasional.com – PT Media Garuda Siber bersama Pimpinan Redaksi dan anggota kembali melakukan kunjungan ke objek wisata Bledug Kuwu yang terletak di Jalan Raya Wirosari Kuwu, Jagan, Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kunjungan ini di sambut langsung oleh Kepala Staf UPTD Gigih Anggit Wicaksono, Kamis 30/4/2026.
Dalam keterangannya, Gigih Anggit Wicaksono menyampaikan bahwa obyek wisata Bledug Kuwu dikelola oleh BUMD perorangan dengan luas area sekitar 45 hektar. Saat ini, terdapat 9 karyawan bersama satu orang staf yang bertugas mengoperasionalkan kawasan wisata tersebut.
“Bledug Kuwu buka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Harga tiket masuk sangat terjangkau, hanya RP5.000 per orang,” ujar Gigih. Menurutnya, harga tiket yang murah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama pada hari libur ketika pengunjung tampak ramai memadati lokasi.
Keunikan utama dari wisata Bledug Kuwu bukan hanya pada fenomena alam berupa semburan lumpur, tetapi juga pada hasil sampingan yang bernilai ekonomi. Gigih Anggit Wicaksono menjelaskan bahwa di kawasan ini ditemukan berbagai berbagai bahan alami, antara lain:
.Garam
.Lumpur
.Bleng (Bahan pengawet kerupuk)
.Belerang Putih (Bermanfaat untuk obat penyakit kulit dan gigi)
.Lumpur untuk masker wajah
Semua hasil tersebut dikelola bekerja sama dengan UMKM setempat. Lumpur dari kawasan Bledug Kuwu, kata Gigih, telah dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan atau skincare karena diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan wajah.
Kunjungan PT Media Garuda Siber ini diharapkan dapat turut mempromosikan potensi wisata dan produk unggulan UMKM disekitar Bledug Kuwu, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara pengelola wisata dan UMKM. Ini contoh nyata bagaimana alam bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” ujar pimpinan PT Media Garuda Siber.
Dengan beragam keunikan yang di tawarkan, Bledug Kuwu tidak hanya menjadi destinasi wisata alam yang edukatif, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.











