MEDAN -12 September 2026 SiberNasionalcom | Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Medan dan sekitarnya pada hari Sabtu, 12 September 2026, memicu banjir di pemukiman warga. Salah satu titik banjir yang sudah langganan berada di Gang Rahmat, Lingkungan 2, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Luapan air tersebut yang sangat tinggi membuat akses gang tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua (R2).
Menurut kesaksian warga setempat, banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras datang,ini terjadi akibat buruknya kondisi infrastruktur saluran air atau deinase.
Banjir ini akibat adanya tumpukan pasir dan beberapa kotoran di dalam selokan atau parit. Aliran air tersumbat total dan tidak bisa mengalir lancar sampai ke parit besar,” ujar salah seorang warga Gang Rahmat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi kenyamanan.
Warga menegaskan bahwa mereka bukan enggan melakukan gotong royong secara mandiri. Namun, kendala teknis di lapangan memerlukan intervensi alat berat dari pemerintah.
Kami bukan tidak mau membersihkan parit kami. Persoalannya, untuk mengangkat tutup riyol (beton penutup drainase) itu saja butuh alat khusus. Kalau diangkat pakai tangan kosong, jelas tidak bisa terangkat,” tambahnya dengan nada kecewa.
Kondisi ini memicu desakan kuat dari masyarakat agar pemerintah tidak menutup mata. Warga Gang Rahmat secara terbuka meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK / Dinas PU)
Kota Medan serta Balai Wilayah Sungai terkait untuk segera turun ke lapangan membawa peralatan yang memadai.
Selain itu, warga juga menaruh harapan besar kepada pak Wali Kota Medan untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Kami berharap pak Wali segera meninjau kondisi di lapangan dan secepatnya koordinasi ke pihak terkait. Jangan sampai kondisinya semakin parah.karena Ini sudah sering sekali banjir kalau hujan deras,”apa lagi ini musim hujan pungkas warga tersebut.
Masalah sumbatan drainase di tingkat lingkungan seperti ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat melalui pemantauan pemanfaatan anggaran daerah untuk infrastruktur publik. Warga berharap laporan ini menjadi sinyal darurat bagi pemerintah pusat untuk mengevaluasi percepatan penanganan banjir di wilayah pinggiran Kota Medan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus-menerus kecewa.
Reporter : RM
Penulis : Rahmat
Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.
Sumber Berita: Rahmat












