H. Retno Minta Publik Bijak Menanggapi SPI KPK, Jangan Dipelesetkan

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, AkpersiBantenNews.com — Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) yang menyebutkan adanya lima kabupaten/kota masuk dalam kategori zona merah atau rentan korupsi menuai beragam tanggapan di tengah masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh H. Retno, yang mengajak publik agar lebih bijak dan tidak memelesetkan hasil SPI KPK tersebut.

Menurut H. Retno, penyebutan istilah “rentan” dalam SPI KPK sering kali disalah artikan seolah-olah daerah yang masuk kategori tersebut pasti melakukan praktik korupsi. Padahal, SPI KPK merupakan instrumen pencegahan dan pemetaan risiko, bukan vonis hukum atas terjadinya tindak pidana korupsi.

“Jangan dipelesetkan. SPI KPK itu berbicara soal kerentanan, bukan menyatakan daerah tersebut korup. Ini penting dipahami agar tidak menyesatkan opini publik,” tegas H. Retno.

Ia juga menyoroti adanya kebingungan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang. Pasalnya, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih penghargaan sebagai juara umum kinerja keuangan terbaik, serta kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk yang ke-17 kali secara berturut-turut.

“Di satu sisi ada SPI KPK yang menyebut rentan, di sisi lain ada penghargaan kinerja keuangan terbaik dan WTP dari BPK sampai 17 kali berturut-turut. Wajar jika masyarakat bingung, lalu bertanya: yang benar yang mana?” ujarnya.

H. Retno menjelaskan, SPI KPK tidak bertentangan dengan penghargaan yang diraih pemerintah daerah. Menurutnya, daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar justru memiliki tingkat risiko dan kerentanan yang lebih tinggi, sehingga wajar jika masuk dalam kategori “rentan” dalam perspektif pencegahan korupsi.

“Bahasa rentan itu karena PAD-nya besar, aktivitas anggarannya besar, maka potensi risikonya juga besar. Dan itu bukan hanya Kabupaten Tangerang, ada kabupaten/kota lain juga yang masuk kategori serupa,” jelasnya.

Ia mengajak semua pihak, baik masyarakat maupun media, untuk menempatkan SPI KPK secara proporsional dan tidak menggiring opini seolah-olah daerah yang masuk zona rentan identik dengan praktik korupsi.

“SPI KPK harus dilihat sebagai peringatan dini dan bahan evaluasi bersama, bukan alat untuk menyudutkan atau memframing negatif. Mari kita bijak, objektif, dan tidak memelesetkan makna SPI KPK itu sendiri,” pungkas H. Retno.

Penulis : Sekretaris Akpersi DPD Banten

Editor : Sekretaris Akpersi DPD Banten

Sumber Berita: Sekretaris Akpersi DPD Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta
Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
Angkringan Garudasiber Menjadi Tempat Tongkrongan Generasi Muda
600 Penari Tumpah di Alu Alun Sidoarjo dalam Festival Munali Patah 2026, Menghidupkan Kembali Sang Maestro Pemikir Tari Remo
Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan Laksanakan Gatur Pagi, Pastikan Keselamatan Pelajar
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Angkringan Garudasiber Menjadi Tempat Tongkrongan Generasi Muda

Berita Terbaru