Kupatan Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Pengingat Moral yang Mulai Tergerus

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiberNasional.com – Lebaran belum benar-benar usai ketika gema takbir mereda. Di banyak sudut Jawa, masyarakat masih menunggu satu momen penting: Kupatan, atau yang lebih dikenal sebagai Lebaran Ketupat. Dirayakan pada hari kedelapan Syawal, tradisi ini bukan sekadar perayaan tambahan, melainkan penutup spiritual setelah rangkaian ibadah Ramadan dan puasa Syawal.

Namun, di tengah perubahan zaman, muncul pertanyaan yang layak diajukan: apakah Kupatan masih dipahami sebagai laku spiritual, atau sekadar rutinitas budaya tanpa makna.

Secara historis dan kultural, Kupatan sarat simbol. Ketupat yang dalam filosofi Jawa dimaknai sebagai ngaku lepat (mengakui kesalahan) adalah refleksi diri. Anyaman janur yang rumit melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sementara isi beras putih mencerminkan harapan akan hati yang kembali bersih. Ini bukan simbol kosong. Ia adalah pesan moral yang konkret: keberanian mengakui salah dan kesediaan untuk memperbaiki diri.

Kupatan juga menandai selesainya puasa enam hari di bulan Syawal. Dalam konteks ini, tradisi tersebut adalah bentuk konsistensi ibadah bahwa spiritualitas tidak berhenti di Idulfitri. Ada kesinambungan, ada disiplin, dan ada komitmen yang diuji setelah euforia hari raya berlalu.

Baca Juga:  Wakapolri Tinjau Posko Antemortem DVI di Sumatera Barat, Pastikan Proses Identifikasi Korban Berjalan Optimal

Sayangnya, dalam praktik kekinian, substansi ini kerap memudar. Kupatan lebih sering direduksi menjadi acara makan bersama, lomba ketupat, atau sekadar unggahan media sosial. Nilai reflektifnya terkikis oleh seremoni. Silaturahmi berubah menjadi formalitas, bahkan kadang ajang pamer.

Padahal, kekuatan Kupatan justru terletak pada kesederhanaannya. Ia tidak membutuhkan panggung besar. Yang dibutuhkan adalah kejujuran untuk mengakui kesalahan, kerendahan hati untuk meminta maaf, dan ketulusan untuk menjaga hubungan antar manusia.

Di tengah masyarakat yang semakin individualistis, tradisi seperti Kupatan seharusnya menjadi jangkar sosial. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Bahwa setelah sebulan berpuasa, ujian sesungguhnya adalah bagaimana menjaga hubungan dengan sesama.

Kupatan bukan sekadar warisan budaya. Ia adalah cermin. Dan seperti cermin pada umumnya, ia hanya berguna jika kita berani melihat diri sendiri apa adanya.

Penulis : Eko

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Eko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru