Ngaji Ngopi di Kobong Iqro’ Al Bantari, Ruang Hangat Santri Kolot di Tangerang

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, AkpersiBantenNews.com – Di tengah kesederhanaan sebuah kobong berdinding anyaman bambu, sekelompok santri tetap setia menjaga tradisi lama: mengaji sambil ngopi. Suasana hangat itu hadir dalam kegiatan rutin di Kobong Iqro’ Al Bantari yang berlokasi di RT 04/01, Kelurahan Kedaung Wetan, Tangerang.

Duduk melingkar di bangku plastik, para santri membuka Iqro’ dan kitab dengan penerangan seadanya. Di sela-sela kajian, gelas kopi menjadi teman diskusi, mencairkan suasana tanpa mengurangi kekhidmatan. Tradisi ini dikenal dengan sebutan ngaji ngopi, kebiasaan yang telah lama hidup di lingkungan pesantren tradisional.

“Ngaji bukan hanya soal membaca, tapi bagaimana kebersamaan itu dijaga. Di sini kami belajar adab, saling menghormati, dan tetap rendah hati,” ujar salah satu santri yang enggan disebutkan namanya, Rabu malam, 21 Januari 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan juga sarana memperkuat ikatan sosial antarsantri. Dalam suasana santai namun sarat makna, diskusi ringan kerap mengiringi kajian, menjadikan kobong sebagai ruang belajar yang hidup.

Di dinding kobong, terpajang foto para ulama dan tokoh agama sebagai simbol mata rantai keilmuan yang terus dijaga. Meski jauh dari kesan modern, nilai-nilai pesantren tetap tumbuh kuat di tengah keterbatasan fasilitas.

Di saat kehidupan modern semakin individualistik, para santri ini memilih bertahan pada tradisi tatap muka, duduk bersisian, dan menimba ilmu secara langsung. Kobong bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang pembentukan karakter.

Ngaji ngopi di Kobong Iqro’ Al Bantari menjadi potret kecil kehidupan santri kolot di Tangerang—sederhana, hangat, dan penuh makna—sekaligus pengingat bahwa nilai kebersamaan dan keilmuan tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.

Penulis : Rapudin Emus

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Rapudin Emus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru