Menunggu Air Surut di Jalan Panimbang, Tujuh Jam Bersama Banjir

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, AkpersiBantenNews.com — Perjalanan kami, tim media Garudasiber, menuju Mi Babunajah di Kampung Lasem, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, menjadi pengalaman lapangan yang penuh cerita. Senin 12 Januari 2026.

 

Hujan yang turun sejak siang perlahan mengubah suasana perjalanan hingga akhirnya kami harus berhenti total. Sudah sekitar tujuh jam kami terhalang banjir yang menutup akses jalan.

 

Genangan air menutupi badan jalan, membuat kendaraan tidak dapat melintas. Di dalam kendaraan, kami menunggu sambil memantau kondisi sekitar. Beberapa warga terlihat berjaga di pinggir jalan, sementara kendaraan lain memilih berhenti atau berbalik arah.

 

Menurut keterangan warga setempat, banjir terjadi akibat luapan Sungai Cimandahan dan Sungai Cirata. Ketika hujan turun dengan durasi lama, air dari kedua sungai tersebut melimpas ke jalan dan menyebabkan jalur menuju Lasem, termasuk ke Mi Babunajah, tergenang. Kondisi ini disebut warga sebagai kejadian yang hampir selalu terjadi setiap musim penghujan.

 

Dalam perjalanan ini, kami membawa beberapa buku tulis yang rencananya akan diberikan kepada para murid di Lasem sebagai bentuk perhatian dan penyemangat. Namun hingga laporan ini ditulis, buku-buku tulis tersebut masih berada di dalam kendaraan, menunggu perjalanan dapat dilanjutkan.

 

Tujuh jam tertahan di tengah banjir memberi kami waktu untuk menyaksikan aktivitas warga yang ikut terdampak. Perjalanan yang terhenti menjadi bagian dari keseharian masyarakat Lasem saat hujan deras datang—menunggu air surut agar aktivitas bisa kembali berjalan.

 

Hingga saat ini, kami, tim media Garudasiber, masih berada di lokasi dan belum dapat melanjutkan perjalanan menuju Mi Babunajah. Kami menunggu kondisi memungkinkan, sembari mencatat pengalaman lapangan yang menjadi bagian dari kisah perjalanan kami hari ini.

Penulis : Akpersi DPD Banten

Editor : Sekretaris Akpersi DPD Banten

Sumber Berita: Akpersi DPD Banten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru