Diduga Abaikan Keselamatan Kerja, Proyek Galian di Buaran Serpong Disorot

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Tangerang Selatan, AkpersiBantenNews.com – Proyek galian utilitas yang berlokasi di RT 01/02, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, menuai sorotan warga dan aktivis. Pasalnya, para pekerja di lapangan diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) meskipun perlengkapan tersebut disebut telah disediakan oleh pihak pelaksana.

Adit, yang mengaku sebagai perwakilan dari APJATEL, menyampaikan bahwa APD sebenarnya telah diberikan kepada para pekerja. Namun, dalam praktiknya di lapangan, APD tersebut tidak digunakan.

“APD sudah dikasih, tapi pekerjanya memang tidak pakai,” ujar Adit kepada Media

Selain persoalan keselamatan kerja, proyek galian tersebut juga disorot karena tidak memasang banner atau papan informasi proyek saat pekerjaan sudah berjalan. Adit berdalih bahwa banner proyek belum selesai dibuat, namun kegiatan penggalian tetap dilaksanakan.

“Bannernya belum jadi,” singkatnya.

Padahal, berdasarkan ketentuan umum pekerjaan galian utilitas di wilayah perkotaan, papan informasi proyek wajib dipasang sebelum pekerjaan dimulai, sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus penanda legalitas kegiatan.

Ironisnya, proyek galian yang disebut hanya memiliki panjang sekitar 216 meter tersebut tetap dikerjakan tanpa kelengkapan informasi dan pengamanan yang memadai, sehingga berpotensi membahayakan pekerja maupun pengguna jalan.

Ketua AKPERSI DPD Banten, Yudianto, C.BJ., CILJ., juga mengungkapkan bahwa banner dari APJATEL yang terpasang di lokasi sangat minim.

“Banner APJATEL yang dipasang cuma dua doang. Itu pun tidak mewakili titik-titik galian. Bahkan di beberapa lokasi galian sama sekali tidak ada penanda,” tegas Yudianto

Menurutnya, tidak adanya banner dan rambu di titik-titik galian merupakan bentuk kelalaian serius yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pengendara dan pejalan kaki pada malam hari.

“Ini bukan sekadar administrasi. Ini soal keselamatan publik. Kalau terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab?” tambahnya.

AkpersiBantenNews.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Didi, yang diduga sebagai pihak terkait atau penanggung jawab lapangan. Namun hingga berita ini diturunkan, Didi tidak memberikan jawaban saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Hingga kini, belum terlihat adanya langkah tegas dari pihak pelaksana untuk melengkapi APD pekerja, banner proyek, maupun penanda titik galian di sepanjang lokasi pekerjaan.

Warga berharap pemerintah kelurahan, kecamatan, serta instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi, agar setiap pekerjaan utilitas di wilayah permukiman mematuhi aturan, mengutamakan keselamatan, dan tidak merugikan masyarakat.

Keselamatan kerja dan transparansi proyek bukan pilihan, melainkan kewajiban.

AkpersiBantenNews.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Penulis : Chandra AB

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Chandra AB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta
Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras
Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!
PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu
Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Aktivitas CFN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila dan HUT TNI ke-81, Camat Tugumulyo Gelar Gotong Royong Bersihkan Saluran Irigasi.
BPP Pulo Ie Gelar Demplot Padi Metode PM-AAS di Simpang Peut
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kolam Ketahanan Pangan Pagerwojo Dimasuki Inspektorat, Tak Seekor Ikan dari Kolam Rp200 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Penyaluran Bantuan Pangan Oktober–Desember 2026, Bulog Tegaskan Kriteria Desil 1–4 dan Aturan Pengembalian Beras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ketua Umum GWI Kecam Pelarangan Liputan Proyek APBN SDN Cowek I: Penghalangan Pers Bisa Dipidana!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:13 WIB

PMI Kabupaten Cirebon Terima Sertifikat Apresiasi Gerakan Leuweung Hejo, Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Mundu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Publik Tagih Bukti Kinerja Pengawasan DPRD Kayong Utara atas Dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar

Berita Terbaru