Tabur Bunga di Jembatan Kaca, Keluarga Kenang Lima Bulan Kepergian Raymond Wirya Arifin

- Penulis

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, AkpersiBantenNews.com – Keluarga, kerabat, dan sahabat mengenang lima bulan kepergian Raymond Wirya Arifin (19) melalui kegiatan tabur bunga di samping Jembatan Kaca, Kota Tangerang, Minggu, 28 Desember 2025. Lokasi tersebut merupakan tempat ditemukannya jenazah Raymond beberapa bulan lalu.

Kakak almarhum, Rendy Arifin, mengatakan tabur bunga dilakukan sebagai bentuk doa sekaligus pengingat agar kasus kematian Raymond segera mendapatkan kejelasan. Ia menyebut kegiatan ini diikuti keluarga dan teman-teman terdekat.

“Hari ini kami mengenang 165 hari kepergian Raymond dan berharap kasusnya bisa segera terungkap,” ujar Rendy singkat.

Rendy mengungkapkan hingga saat ini keluarga belum menerima perkembangan berarti terkait penanganan kasus dari pihak kepolisian Polsek Karawaci. Meski demikian, keluarga tetap berupaya melakukan komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.

“Sampai sekarang belum ada perkembangan yang kami terima dari Polsek Karawaci, tapi kami terus melakukan follow up,” katanya.

Menurut Rendy, keluarga masih merasakan duka mendalam atas kepergian Raymond yang dikenal sebagai pribadi baik dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Keluarga pun meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini dari sisi hukum dan kemanusiaan.

“Kami hanya ingin kejanggalan kematian Raymond bisa dijelaskan secara jelas,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan kesedihan mendalam dirasakan oleh teman-teman Raymond yang hadir dalam kegiatan tersebut. Raymond dikenal sebagai sosok berprestasi dan disiplin, terutama dalam menjalani aktivitas perkuliahan.

“Raymond anak yang rajin dan tidak pernah absen, itu yang membuat teman-temannya juga bingung,” tuturnya.

Di akhir, Rendy berharap proses hukum dapat berjalan lebih cepat mengingat kasus tersebut telah berlangsung selama lima bulan. Keluarga khawatir lamanya penanganan dapat menghilangkan barang bukti penting.

“Harapan kami kasus ini tidak berlarut-larut dan bisa segera ada kejelasan,” pungkasnya.

Kegiatan tabur bunga berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir serta harapan akan terungkapnya kebenaran atas peristiwa yang menimpa Raymond Wirya Arifin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dari Polsek Karawaci melalui Kanit Reskrim belum memberikan tanggapan kepada awak media terkait hal tersebut. Namun, pihak keluarga percaya bahwa Raymond meninggal bukan karena bunuh diri, tetapi ada dugaan pembunuhan.

Pihak keluarga terus mendesak Polsek Karawaci untuk terus mengungkap dan menginvestigasi kasus berdasarkan petunjuk yang sudah dikonfirmasi melalui keluarga. Mengingat kasus yang sudah berlarut selama 5 bulan (Juli-Desember) setelah laporan dibuat dan diserahkan ke pihak Kepolisian.

Penulis : Denni Wijaya

Editor : Sekretaris AKPERSI DPD Banten

Sumber Berita: Denni Wijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON
Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung
Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media
Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110
Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun
Diduga Beredar Kontak “Bos Madol” di Indramayu, Masyarakat Diminta Waspada
Duka Mendalam Ibu Tarilah: Anak Ketiga Meninggal Usai Dikejar Rombongan Sekolah Lain, Keluarga Minta Keadilan
RUANG ACARA PIDANA BERUBAH: Dari Teks Hukum ke Nafas Keadilan di Bilik Polsek Mande
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:33 WIB

Konfirmasi KBO Satnarkoba Polres Indramayu Terkait Maraknya Peredaran Obat Keras Terlarang Daftar G, Dan Segera Tangkap SON

Rabu, 22 April 2026 - 13:06 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G Diduga Kembali Menggurita di Wilayah Hukum Sindangkerta, Transaksi Berlangsung Terselubung

Rabu, 22 April 2026 - 07:29 WIB

Diduga Lindungi Bisnis Ilegal, Pelaku Oplosan LPG Aniaya Awak Media

Rabu, 22 April 2026 - 05:43 WIB

Respon Cepat Polsek Panongan Polresta Tangerang Tindak Lanjut Aduan ke Layanan 110

Selasa, 21 April 2026 - 18:33 WIB

Ibu Korban Tolak Uang Damai, Tarilah Desak Lanjutkan Kasus Kecelakaan yang Menewaskan Ainun

Berita Terbaru