Bambu Kuning, Tanaman Tradisional yang Memiliki Makna dan Manfaat bagi Masyarakat

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambu Kuning, Tanaman Tradisional yang Memiliki Makna dan Manfaat bagi Masyarakat

 

Tangerang, Sibernasional.com – Bambu kuning merupakan salah satu jenis tanaman bambu yang cukup dikenal di Indonesia yang memiliki nama ilmiah Bambusa Vulgaris Var. Striata. Selain memiliki tampilan yang khas dengan batang berwarna kuning cerah bergaris hijau, tanaman ini juga sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Jum’at (31/07/2026).

 

Keberadaan bambu kuning tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Di sejumlah daerah, tanaman bambu telah lama dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari bahan kerajinan, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan konstruksi sederhana.

 

Bambu kuning juga sering dikaitkan dengan berbagai makna simbolis dan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagian orang meyakini tanaman ini memiliki nilai filosofis tertentu, terutama berkaitan dengan keberuntungan, keharmonisan, dan kesejahteraan.

Baca Juga:  Momentum Ramadhan, DPD GWI Banten Berbagi Takjil dan Santuni Puluhan Anak Yatim

 

Namun, pandangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan atau tradisi masyarakat dan tidak dapat dijadikan sebagai fakta ilmiah.

 

Dari sisi lingkungan, tanaman bambu memiliki potensi sebagai tanaman yang membantu menjaga kondisi tanah dan memberikan ruang hijau di sekitar permukiman

 

Pertumbuhannya yang relatif cepat membuat bambu menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk dikembangkan sebagai bagian dari penghijauan.

 

Dengan berbagai manfaat dan nilai budaya yang melekat, bambu kuning tetap menjadi salah satu tanaman yang memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.

 

Perawatan yang tepat serta pemanfaatan secara bijak diharapkan dapat menjaga keberadaan tanaman ini sekaligus mempertahankan nilai tradisional yang telah berkembang dari generasi ke generasi.

Penulis : Jamet

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Jamet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setetes Darah untuk Sesama, Aksi Donor Darah Perdana Digelar di SMA Negeri 1 Kaliwedi
600 Penari Tumpah di Alu Alun Sidoarjo dalam Festival Munali Patah 2026, Menghidupkan Kembali Sang Maestro Pemikir Tari Remo
Pemuda Desa Adidharma Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan, Keluarga Berharap Kepedulian Masyarakat
Bakti TNI AD 2026, Kodim 0614 Cirebon Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Argasunya
Khitan Massal HUT ke-81 TNI, Babinsa Dampingi Warga Lemahwungkuk di RS Ciremai
Warga Desa Kec Kaliwedi, Mengeluhkan DESIL Tinggi Yang Membuat Sulit Akses BPJS dan Bansos
Bantuan Air Bersih Mengalir untuk Warga Argasunya
Di Tengah Kabut Asap Ketapang, BPWU, IPSI Dan PWK Bagikan 1.500 Masker Kepada Pengendara
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Setetes Darah untuk Sesama, Aksi Donor Darah Perdana Digelar di SMA Negeri 1 Kaliwedi

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:04 WIB

600 Penari Tumpah di Alu Alun Sidoarjo dalam Festival Munali Patah 2026, Menghidupkan Kembali Sang Maestro Pemikir Tari Remo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pemuda Desa Adidharma Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan, Keluarga Berharap Kepedulian Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 10:00 WIB

Bakti TNI AD 2026, Kodim 0614 Cirebon Salurkan 10.000 Liter Air Bersih ke Warga Argasunya

Sabtu, 19 September 2026 - 13:14 WIB

Khitan Massal HUT ke-81 TNI, Babinsa Dampingi Warga Lemahwungkuk di RS Ciremai

Berita Terbaru