Terkesan Cuma Ajang Buang Anggaran, Hotmix di Jalan Swadaya yang Setipis Kertas Jadi Saksi Bisu Bobroknya Mutu Pekerjaan

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang Kabupaten, Sibernasional.com – Integritas pembangunan di wilayah Kecamatan Kelapa Dua kini berada di titik nadir. Proyek pengaspalan jalan hotmix di Jl. Swadaya RT 02/RW 04, Kelurahan Kelapa Dua, yang dibiayai oleh keringat rakyat melalui APBD, bertransformasi menjadi panggung sandiwara arogansi kontraktor dan ketidakberdayaan pejabat teknis.

Hasil pantauan lapangan pada Sabtu (25/04/2026) mengungkap fakta memprihatinkan, hamparan aspal tampak kasar, berpori, dan diameter ketebalan yang sangat tipis diduga kuat jauh di bawah standar 4 cm. Kondisi ini memicu dugaan adanya manipulasi spesifikasi material yang merugikan keuangan daerah.

Proyek yang seharusnya dikerjakan dengan standar kualitas tinggi ini justru mempertontonkan hasil yang memuakkan, aspal sekasar ampelas dan setipis kertas, diduga kuat menjadi ajang korupsi spesifikasi demi keuntungan segelintir oknum.

Bukannya memberikan klarifikasi berbasis data teknis, Desi alias Falla, selaku kontraktor pelaksana, justru mempertontonkan sikap petantang-petenteng yang menghina fungsi kontrol sosial. Dalam sebuah pernyataan yang sangat provokatif, ia secara terang-terangan membentengi diri dengan klaim koordinasi massa media, sebuah tindakan yang disinyalir kuat untuk membungkam kritik atas buruknya mutu pekerjaan di lapangan.

“Jangan tanya tanggapan kalau saya. Abang tahu tidak isi RAB ada apa di dalamnya? Ngurusin media saja sudah 40 orang di lapangan. Dinas kecamatan ada di lapangan, rekan kontrol sosial lengkap juga, berarti menurut saya cukup,” bentak Desi dengan nada penuh intimidasi.

Pernyataan ini mengundang tanya. Apakah standar kualitas di Kelapa Dua kini diukur dari berapa banyak orang yang dikondisikan di lapangan daripada mengikuti spesifikasi teknik dalam Daftar Rencana Umum Pengadaan (RUP), Jika benar sesuai spek, mengapa tekstur aspal begitu kasar dan berpori lebar. Mengapa ketebalan yang terlihat secara kasat mata diduga jauh dari standar aspal lapis aus (AC-WC) minimum 4,0 cm.

Kapoor, selaku pengawas dari Kecamatan Kelapa Dua, saat dikonfirmasi justru mengarahkan awak media untuk menghubungi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Punya Des, abang ada di lokasi gak? Kalau ada bahasa gelar ulang coba abang WA juga PPTK,” ujar Kapoor.

Senada dengan Kapoor, Afi selaku PPTK Kecamatan Kelapa Dua juga belum memberikan jawaban teknis terkait dugaan ketidaksesuaian spek tersebut. Ia mengaku baru akan melakukan pengecekan di awal pekan.

“Paling saya cek Senin, Bang. Makasih infonya. Abang kemarin ke lokasi tidak. Beberapa media kemarin juga ada di sana,” dalih Afi

Penundaan pengecekan ini adalah bentuk pembiaran yang sistematis, memberi waktu bagi kontraktor untuk menutup-nutupi kecacatan pekerjaan yang sudah terlanjur mengeras.

Kondisi ini memicu kritik keras dari Aldy C.BJ, seorang Aktivis Masyarakat. Ia menilai kinerja pengawas dan PPTK Kecamatan Kelapa Dua sangat lemah sehingga memberi celah bagi kontraktor untuk bekerja di bawah standar.

“Dari segi visual saja sudah terlihat kualitasnya buruk. Pengawas dan PPTK jangan tutup mata. Kalau kualitas jelek dibiarkan, itu artinya fungsi pengawasan mandul. Kami mendesak Camat Kelapa Dua segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menindak tegas oknum yang bermain dengan kualitas infrastruktur publik ini,” tegas Aldy

Masyarakat kini menanti keberanian Camat Kelapa Dua untuk menegakkan Peraturan Bupati terkait Standar Harga dan Kualitas Barang. Rakyat tidak butuh aspal bedak yang hancur dalam sebulan, rakyat butuh pertanggungjawaban nyata atas setiap rupiah pajak yang mereka bayarkan

Sampai berita ini diterbitkan, Camat Kelapa Dua selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) belum dikonfirmasi.

Penulis : Redaksi

Editor : Deden M, C.BJ., C.ILJ.

Sumber Berita: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel sibernasional.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap Dokumen CIA 1973: “Perairan Kepulauan Indonesia: Kaya, Strategis, dan Dalam Sengketa” Soroti Perebutan Kedaulatan Laut Nusantara Sejak Era Orde Baru
Bandel! TPS Ilegal di Cileungsi Tetap Aktif Usai Penyegelan, Sampah dari Luar Daerah Terus Masuk
INKADO Jawa Barat Sukses Melaksanakan Ujian Kyu Periode I Tahun 2026
Polsek Cirebon Selatan Timur Mengamankan Pengedar Obat Keras Terlarang Dan Dilimpahkan Ke Satresnarkoba Polres Cirebon Kota
Sopir Truk Diduga Dikeroyok Oknum Security di Tol Cikande, Korban Lapor ke Polda Banten
Pendaftaran Calon Ketua PK Partai Golkar Teluk Naga Resmi Dibuka
Pembacokan Brutal di Simokerto, Lansia Tewas Tragis di Tengah Gang Permukiman
Wanita Muda Tewas Mengenaskan di Bangkalan, Tubuh Penuh Luka Bacokan Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 09:28 WIB

Terungkap Dokumen CIA 1973: “Perairan Kepulauan Indonesia: Kaya, Strategis, dan Dalam Sengketa” Soroti Perebutan Kedaulatan Laut Nusantara Sejak Era Orde Baru

Minggu, 26 April 2026 - 03:18 WIB

Bandel! TPS Ilegal di Cileungsi Tetap Aktif Usai Penyegelan, Sampah dari Luar Daerah Terus Masuk

Sabtu, 25 April 2026 - 15:08 WIB

Terkesan Cuma Ajang Buang Anggaran, Hotmix di Jalan Swadaya yang Setipis Kertas Jadi Saksi Bisu Bobroknya Mutu Pekerjaan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:53 WIB

INKADO Jawa Barat Sukses Melaksanakan Ujian Kyu Periode I Tahun 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 03:43 WIB

Polsek Cirebon Selatan Timur Mengamankan Pengedar Obat Keras Terlarang Dan Dilimpahkan Ke Satresnarkoba Polres Cirebon Kota

Berita Terbaru